MENU TUTUP

93 Makalah Dibahas di Konferensi  Internasional CelSutech UMRI 2019

Kamis, 26 September 2019 | 22:41:42 WIB | Di Baca : 2147 Kali
93 Makalah Dibahas di Konferensi  Internasional CelSutech UMRI 2019

 

SeRiau,- Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali mengelar Internasional Conference CelSutech 2019 (Communication, Economic, Edukation, Law, Sclence, and Tekhnology). Kegiatan yang diadakan di Hotel Pengeran Pekanbaru ini dibuka oleh Rektor Umri Dr. H. Mubarak. MSi, Kamis (26/9)

Rektor dihadapan peserta konferensi internasional mengatakan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan LPPM Umri dalam upaya memajukan Umri dilevel internasional. Semakin banyak suatu universitas melaksanakan konferensi internasional, maka akan menjadi nilai plus bagi suatu universitas tersebut. 

Konferensi CelSutech 2019, peserta tidak lagi levelnya nasional, tapi sudah internasional yang diikuti oleh beberapa negara." Dua tahun ini CelSutech, peserta tidak hanya dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia tapi negara lain dan ini sangat baik untuk kemajuan universitas dalam melahirkan jurnal internasional," kata Mubarak, Kamis (26/9) di Pekanbaru

Dalam konferensi ini, kata Rektor, menghadirkan beberapa keynote speakers yakni Prof.Dr.Mohd Hasbullah Bin. Hj. Idris dari University Teknologi Malaysia, Dr.Ibrar Bhatt dari University Beffast United Kingdom dan Dias Satria PHd dari University Brawijaya.

Sementara Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri, M Ridha Fauzi mengatakan konferensi  internasional CelSutech 2019 ini diikuti beberapa negara seperti Kanada, Inggris, Malaysia, Australia, Thailand dan Indonesia. Di CelSutech 2019 kali ini, sebanyak 93 artikel atau makalah yang siap di presentasikan. Dari 93 makalah tersebut, masih didominasi dalam bidang teknologi, ekonomi dan sains.

" Dari 120 artikel yang diprensetasikan, tapi yang lolos seleksi sebanyak 93 makalah. Semua makalah ini akan dibagi dalam 6 kelompok bidang," kata Ridha Fauzi.

Dikatakan Ridha, konferensi internasional CelSutech 2019 ini bertujuan agar artikel yang dibuat dosen berhasil diterbitkan di jurnal internasional. Apalagi jurnal yang diterbitkan itu terindeks Skopus dan Web of Science (Lembaga indek internasional). 

Saat ini ada beberapa artikel yang sedang proses proseding dan bisa lolos dan terindeks di Skopus dan Web Science. Keuntungan banyaknya artikel internasional, kata Ridha, maka nilai akreditasi perguruan tinggi semakin tinggi dan rangking perguruan tinggi akan naik." Setiap perguruan tinggi selalu berpacu mengirimkan artikel internasional karena akan berpengaruh baik terhadap perguruan tinggi tersebut,” katanya (zal)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital